Jogja, MMTCMedia — Terletak tak jauh dari area Keraton Yogyakarta, Pasar Ngasem kini menjadi lokasi wisata kuliner. Di balik keramaian khas pasar tradisional, tersembunyi aneka kuliner lokal yang menggoda selera, mulai dari yang manis, segar, hingga yang bisa menghangatkan tubuh.
Warung-warung legendaris di Pasar Ngasem tetap bertahan, menyajikan rasa-rasa autentik yang sulit ditemukan di tempat lain. Apa saja kuliner yang wajib kamu coba saat berkunjung ke Pasar Ngasem? Berikut daftarnya:
1. Jenang Warna-Warni Yu Jumilah: Pagi Manis dari Resep Turun-Temurun
Warung Jenang Yu Jumilah menjadi salah satu destinasi paling dicari sejak pagi hari. Dari jenang sumsum, candil telo, hingga ketan hitam, semua tersaji dalam tampilan warna-warni yang menggoda.
Resepnya? Sudah diwariskan turun-temurun, menggunakan bahan-bahan alami seperti santan segar, ubi, hingga nangka. Teksturnya lembut, manisnya pas, dan harganya bersahabat, sekitar Rp10.000 per porsi. Tak heran warung ini tak pernah sepi dari pelanggan lintas generasi.
2. Dawet Ireng Ayu Manis: Si Hitam yang Bikin Penasaran
Kalau kamu sedang mencari minuman yang berbeda dari dawet biasa, Dawet Ireng Ayu Manis adalah jawabannya. Cendol hitam yang digunakan di sini dibuat dari bahan alami, memberikan tekstur unik sedikit berpasir tapi tetap lembut.
Yang membuatnya makin menarik adalah kuahnya yang tidak menggunakan santan biasa, melainkan full cream atau fibre cream. Rasanya jadi lebih creamy dan ringan di perut. Harga? Ramah di kantong, mulai dari Rp 7 ribu hingga Rp 13 ribu tergantung topping pilihanmu. Buka sejak pukul 06.30, minuman ini pas jadi penyegar pagi.
3. Apem Beras Bu Wanti: Tradisi Manis dari Tungku Arang
Tak lengkap rasanya jika ke Pasar Ngasem tanpa mencicipi apam Bu Wanti. Sejak era 1990-an, apam ini konsisten dibuat dengan cara tradisional: adonan tepung beras dan kelapa dimasak di atas tungku arang. Hasilnya adalah apam beraroma wangi khas, teksturnya lembut namun sedikit garing di luar.
Apam ini tak hanya lezat sebagai camilan, tapi juga punya nilai budaya. Dalam tradisi Jawa, apam kerap disajikan saat syukuran atau momen memohon pengampunan. Harga per buahnya berkisar Rp3.000–Rp4.000. Simpel, tapi selalu bikin kangen.
4. Wedang Sendang Ayu Mbak Marsuwe: Rempah Hangat Penjaga Suasana
Setelah menyantap yang manis dan segar, waktunya menghangatkan tubuh. Wedang Sendang Ayu milik Mbak Marsuwe terkenal karena racikannya yang dibuat langsung satu per satu. Mulai dari wedang jahe sereh, serling, ambyar, hingga varian unik seperti empon-empon, semua disajikan dalam gelas sederhana tapi penuh kehangatan.
Dengan harga sekitar Rp15.000 per gelas, wedang ini cocok dinikmati di tengah riuhnya suasana pasar. Aromanya menenangkan, dan rasa rempahnya terasa dalam setiap tegukan. Warung buka dari pukul 08.00 WIB hingga 13.00 WIB—pastikan kamu datang lebih awal agar tidak kehabisan.
5. Es Dawet Durian Bu Oshin: Meledak di Mulut, Adem di Hati
Buat penggemar durian, Es Dawet Bu Oshin adalah surga kecil di pojok Pasar Ngasem. Disajikan dingin dengan santan gurih, gula merah cair, dan potongan durian yang melimpah, minuman ini jadi favorit banyak pengunjung.
Tak hanya durian, warung ini juga menawarkan varian lain seperti dawet nangka, alpukat, hingga versi original. Harga berkisar Rp7.000–Rp13.000 per porsi, tergantung topping yang kamu pilih. Warung ini buka sejak pukul 06.30 sampai 13.00 WIB. Cocok banget buat penutup setelah keliling pasar!
Pasar Ngasem bukan hanya tempat jual beli, ia adalah pusat rasa dan cerita. Dari jajanan ringan hingga minuman rempah yang menghangatkan hati, semuanya hadir dari tangan-tangan lokal yang setia menjaga resep keluarga dan nilai tradisi.
Jadi, saat kamu berjalan di lorong-lorong Pasar Ngasem yang sempit tapi hangat, jangan lupa mampir ke warung-warung kuliner ini. Siapa tahu, kamu akan menemukan rasa yang membawamu pulang ke masa lalu.
Penulis : Ajeng Putri Anggraini Candra Puspitasari
Editor : Ajeng Putri Anggraini C. P. & Febriana Sintasari





