Tak hanya Tempat Ngopi, Kafe Jadi Pilihan Gen Z lebih Produktif

Share Berita ini ke Sosial Media Lainnya!

Jogja, MMTCMedia — Kehadiran kafe dengan desain estetik tidak hanya sekadar tempat untuk menyeruput kopi. Bagi Gen Z, kafe menjadi bagian gaya hidup sehari-hari, tempat untuk nongkrong, ngonten, hingga nugas. Fenomena ini terlihat di berbagai kota besar, terutama di Yogyakarta, yang dikenal sebagai kota pelajar dan pusat kreativitas anak muda.

Bagi mereka, nongkrong di kafe punya makna yang dalam. Selain ajang bersosialisasi, kafe menjadi ruang aman untuk bertukar ide, berdiskusi, atau sekadar menghabiskan waktu dengan suasana yang nyaman.

Kafe dengan suasana tenang, desain interior kekinian, dan alunan musik yang lembut, sering menjadi pilihan anak muda yang ingin nongkrong lebih menyenangkan dan produktif.

Pemilihan kafe dengan suasana yang tidak terlalu ramai dan bersih, kali ini jadi pilihan Cinta. “Kalau suasananya ribut, tempatnya kotor, saya gak milih,”ujar perempuan berusia 19 tahun ini Kamis (30/10/2025).

Kafe menurutnya, adalah tempat untuk bersantai dan mencari ide untuk membuat tulisan baru.”Jika banyak yang omong, gimana mau konsentrasi nulisnya, “ imbuhnya.  

Gen Z dikenal sebagai generasi yang dekat dengan media sosial. Tidak heran, setiap sudut kafe bisa berubah menjadi mini studio untuk membuat konten. Mulai dari OOTD shoot, review minuman, hingga vlog daily life, semua dilakukan di tengah suasana hangat kafe.

Beberapa tempat bahkan dengan sengaja menciptakan desain instagramable untuk menarik pengunjung muda. Pencahayaan alami, dekorasi artistik, dan corner spot yang unik jadi daya tarik tersendiri. Tak sedikit juga yang datang dengan niat “ngonten dulu, baru ngopi.”

Selain nongkrong dan ngonten, kafe kini juga menjadi tempat favorit untuk mengerjakan tugas kuliah atau pekerjaan freelance. Dengan WiFi cepat, colokan di setiap meja, dan suasana yang tenang, kafe dianggap sebagai tempat yang ideal untuk tetap produktif tanpa merasa bosan.

Fenomena ini menciptakan tren baru: nugas sambil ngopi. Banyak mahasiswa datang dengan laptop, buku catatan, dan segelas kopi di sampingnya. Mereka menganggap kafe sebagai ruang kerja versi santai, yang tetap mendukung konsentrasi dan kreativitas.

Fenomena nongkrong, ngonten, dan nugas di kafe menunjukkan Gen Z berusaha menyeimbangkan gaya hidup dengan produktivitas. Mereka tidak hanya mencari tempat nyaman, tetapi juga ruang yang mendukung ekspresi diri dan koneksi sosial.

Salah satunya diakui Nicole yang lebih memilih mengerjakan tugas di kafe dibanding rumah atau kampus. Mahasiswa semester 3 ini mengaku, suasana di kafe membuatnya lebih merasa nyaman.”Tentunya karena ada AC, lebih adem dan pilihan musik yang sesuai saya banget. Jadi kedua hal itu yang saya pilih kalau mau nugas di kafe. Karena musiknya bisa naikkan mood,” ujarnya kepada MMTC, Kamis (30/10/2025). 

Di era digital saat ini, satu tempat bisa memiliki banyak fungsi, dari tempat bersantai, bekerja, hingga membangun personal branding. Dan kafe menjadi simbol paling nyata dari gaya hidup multitasking generasi muda.

Bagi Gen Z, kafe bukan sekadar tempat ngopi, melainkan ruang hidup baru yang mewakili identitas mereka: kreatif, terkoneksi, dan produktif. Di antara gelas kopi, kamera, dan laptop, lahirlah gaya hidup baru khas anak muda.

Penulis : Ajeng Putri Anggraini Candra Puspitasari

Editor : Ajeng Putri Anggraini C. P. dan Febriana Sintasari


Share Berita ini ke Sosial Media Lainnya!