Naik Gunung Tak hanya Sekedar Fomo, Ini 8 Tips Bagi Pendaki Pemula

Potret suasana pendakian di kaki gunung yang hijau: mendaki kini jadi cara baru menikmati alam. (Sumber : Ravi Nugroho)
Share Berita ini ke Sosial Media Lainnya!

Jogja, MMTCMedia — Mendaki gunung bukan hanya soal menaklukkan ketinggian, saat ini menjadi gaya hidup baru beberapa anak muda.

Aktivitas ini menawarkan pengalaman menyatu dengan alam sekaligus tantangan untuk mengenal diri sendiri. Di Jogja dan sekitarnya, banyak pendaki pemula yang mulai menapaki jalur-jalur populer seperti Gunung Kalitalang, Andong dan Prau.

Namun, sebelum memutuskan untuk naik gunung, ada beberapa hal penting yang perlu disiapkan. Mendaki bukan hanya tentang fisik yang kuat, tetapi juga kesiapan mental, perlengkapan, serta logistik yang cukup.

Seorang pendaki asal Surakarta, Pratama mengatakan, saat ini banyak orang yang mencoba mendaki gunung karena Fear of Missing Out (FOMO), pengin ikut-ikutan saja tanpa tahu dasar-dasar pendakian.

“Padahal naik gunung itu bukan sekadar gaya hidup, tapi juga tanggung jawab. Kita harus belajar dulu tentang mountaineering biar tahu cara menjaga keselamatan diri dan alam,” katanya (30/10/2025)

Berikut beberapa tips naik gunung untuk pemula agar pendakianmu tetap aman dan menyenangkan:

1.         Latihan fisik sebelum mendaki

Setidaknya dua minggu sebelum mendaki, biasakan berjalan kaki atau jogging ringan. Latihan ini membantu tubuh beradaptasi dengan aktivitas fisik yang intens di medan menanjak. Dengan kondisi tubuh yang prima, kamu bisa menikmati perjalanan tanpa mudah lelah.

2.         Lakukan riset jalur pendakian terlebih dahulu

Setiap gunung memiliki karakteristik yang berbeda. Cari tahu kondisi jalur, sumber air, cuaca, hingga tingkat kesulitannya. Informasi ini bisa kamu dapat dari blog pendaki, video dokumenter, atau komunitas pecinta alam. Dengan riset yang baik, kamu bisa mempersiapkan strategi pendakian yang aman dan efisien.

3.         Belajar dasar-dasar mountaineering

Sebelum mendaki, penting untuk memahami teknik dasar seperti cara menggunakan trekking pole, mendirikan tenda, mengatur napas saat menanjak, hingga penanganan darurat ringan seperti kram atau hipotermia. Pengetahuan ini bisa kamu pelajari dari komunitas pendaki atau kegiatan pelatihan outdoor.

4.         Persiapkan perlengkapan dengan matang

Bawalah barang secukupnya, namun pastikan yang penting seperti jaket tebal, jas hujan, senter, powerbank, dan obat pribadi tidak tertinggal. Gunakan tas carrier dengan beban tidak terlalu berat.

5.         Bawa logistik yang cukup

Pastikan kamu membawa logistik sesuai lama pendakian. Makanan ringan seperti roti, energi bar, dan mie instan bisa jadi pilihan praktis. Jangan lupa membawa air minum yang cukup, minimal 3 liter per orang untuk pendakian satu malam. Jika mendaki dalam kelompok, sebaiknya logistik dibagi secara merata agar beban tidak berat sebelah.

6.         Gunakan sepatu dan pakaian yang nyaman

Pilih sepatu gunung dengan grip kuat agar tidak mudah tergelincir. Hindari pakaian berbahan jeans yang sulit kering. Gunakan bahan quick-dry agar tetap nyaman saat keringat mengucur.

7.         Patuhi aturan dan jaga kebersihan alam

Setiap gunung memiliki aturan atau regulasi masing-masih namun, banyak pendaki pemula lupa membawa turun kembali sampah mereka. Ingat, gunung bukan tempat pembuangan sampah. Apa pun yang dibawa naik, harus juga dibawa turun.

8.         Nikmati perjalanan, bukan hanya puncaknya

Mendaki gunung bukan perlombaan. Nikmati udara segar, suara alam, dan kebersamaan dengan rekan pendaki. Momen inilah yang membuat pendakian menjadi pengalaman berharga.

Bagi banyak anak muda, mendaki gunung adalah bentuk meninggalkan sejenak hiruk-pikuk kota dan media sosial untuk menemukan ketenangan. Tak sedikit yang menjadikan perjalanan mendaki sebagai cara untuk mencari inspirasi dan refleksi diri.

Fenomena ini menunjukkan anak muda muda berusaha menyeimbangkan antara petualangan dan tanggung jawab. Mereka tidak hanya ingin menaklukkan alam, tapi juga belajar menghormatinya.

Di setiap langkah menuju puncak, ada proses untuk mengenal diri lebih dalam dan mensyukuri ciptaan Tuhan.

Naik gunung kini bukan sekadar tren, tapi juga bentuk gaya hidup baru yang merepresentasikan semangat anak muda.

Penulis : Ravi Nugroho

Editor : Ajeng Putri Anggraini C. P. dan Febriana Sintasari


Share Berita ini ke Sosial Media Lainnya!