Jogja, MMTCMedia — Terletak di jantung perbukitan selatan Yogyakarta, kawasan yang kerap disebut Hutan Pinus Imogiri menawarkan pengalaman berbeda. Deretan pohon pinus yang menjulang di antara kabut pagi, suasana hening yang jauh dari keramaian kota, dan latar ideal untuk berburu foto estetik menawarkan sesuatu yang berbeda.
Rindangnya batang pinus yang berdiri lurus di kiri-kanan, menciptakan nuansa yang Instagramable. Gak salah banyak yang menyebutnya seperti hutan layaknya dalam film Hollywood.
Terletak di Desa Mangunan, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul, Hutan Pinus Imogiri merupakan bagian Perum Perhutani Resort Pengelolaan Hutan (RPH) Mangunan. Menuju ke lokasi ini membutuhkan waktu sekitar 45–60 menit dari pusat Kota Yogyakarta.
Salah seorang pengunjung, Sugeng Pranyoto mengatakan, lebih menyukai untuk mengunjungi Hutan Pinus di pagi hari. ”Sunrise di sini bagus, sinar matahari bisa masuk di antara pohon,”ujarnya, Kamis (6/11/2025).
Ditambah tiket masuk yang ramah di kantong dan rute yang bisa dijangkau dari pusat kota, menjadikan lokasi menjadi tempat favorit bagi mereka yang ingin melepas penat sekaligus mengabadikan momen istimewa.
Pengunjung hanya dikenakan tiket masuk yang terjangkau, yaitu Rp5 ribu per orang, dengan tambahan biaya parkir untuk motor dan mobil. Jam buka mulai pukul 06.00 WIB hingga sore hari.
Soal foto estetik, hutan ini punya banyak keunggulan. Deretan batang pinus, panggung kayu atau gardu pandang yang dibuat khusus untuk foto membuat hutan ini cocok bagi pencinta fotografi maupun pengunjung yang ingin hasil jepretan Instagram-worthy.
“Jujur menurutku Hutan Pinus Imogiri itu salah satu tempat yang meninggalkan kesan mendalam. Begitu masuk area pinus, suasananya beda, sunyi, adem, serta wangi kayu yang bercampur menjadi satu. Di sana aku merasakan, kalau tenang itu bukan tentang liburan jauh, tapi tentang ngasih ruanng buat diri sendiri,” ujar Safira.
Untuk memastikan kunjunganmu lancar dengan hasil foto maksimal, ada tips yang bias dilakukan. Datanglah saat pagi hari agar cahaya masih lembut, kabut belum hilang, dan pengunjung belumbanyak. Kedua, gunakan pakaian yang kontras dengan hijau pepohonan. Misalnya warna terang atau pastel, agar tidak tenggelam di latar.
Ketiga, saat foto pilih sudut yang memiliki leading lines jalur setapak atau batang pohon yang mengarah ke dalam hutan, karena elemen tersebut akan memperkuat komposisi foto. Jangan lupa untuk menjaga kondisi kendaraan, karena jalur menuju Mangunan kadang menanjak dan berkelok cukup tajam.
Penulis : Rr. Asqia Azura Putri
Editor : Ajeng Putri Anggraini C. P. dan Febriana Sintasari





