Tempat Nongkrong yang “Tak Pernah Tidur” di Jogja

Salah Satu Tempat Nongkrong yang Buka 24 Jam (Sumber : Asqia Azura)
Share Berita ini ke Sosial Media Lainnya!

Jogja, MMTCMedia — Sebagai Kota Wisata, Buidaya dan Pelajar, di Jogja banyak kafe yang tetap hidup meski waktu sudah berganti hari. Lampu-lampu hangat, aroma kopi yang masih mengepul, dan suara keyboard laptop berpadu dengan obrolan santai jadi pemandangan khas di kafe-kafe 24 jam.

Bagi mahasiswa yang dikejar deadline, pekerja lepas yang lebih produktif di malam hari, atau pemburu konten yang mencari spot estetik tanpa harus rebutan tempat, kafe 24 jam di Jogja kini jadi destinasi favorit. Dari pusat kota sampai area kampus, hampir setiap sudut punya tempat untuk tetap terjaga — lengkap dengan kopi, WiFi, dan suasana yang bikin betah berlama-lama.

Ada beberapa alasan mengapa kafe yang buka 24 jam semakin digemari. Banyak mahasiswa, pekerja kreatif, dan freelancer membutuhkan ruang yang fleksibel untuk belajar, bekerja, atau sekadar hang-out hingga larut malam. Pola hidup masyarakat pun berubah, tak lagi terikat pada rutinitas pagi hingga sore. Ada yang merasa lebih produktif saat malam hari, ada pula yang hanya ingin mencari suasana baru untuk bersantai.

Kafe-kafe 24 jam menjawab kebutuhan itu dengan menyediakan fasilitas yang mendukung seperti WiFi cepat, banyak colokan listrik, serta ruang yang nyaman untuk bekerja, berdiskusi, atau bahkan mengedit konten. Bagi wisatawan atau pelancong yang tiba di tengah malam, keberadaan kafe semacam ini juga menjadi penyelamat — tempat singgah yang tetap hidup ketika sebagian besar kota mulai terlelap. Karena itu, tak heran jika kafe 24 jam kini menjadi pilihan utama bagi siapa pun.

Agar pengalamanmu saat berkunjung ke kafe 24 jam di Jogja lebih maksimal, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pertama, pastikan kamu selalu mengecek jam buka kafe tersebut. Meskipun disebut “24 jam”, tidak sedikit tempat yang sesekali mengubah jam operasional atau tutup sementara karena alasan tertentu. Kedua, perhatikan fasilitas pendukung yang disediakan. Pilihlah kafe dengan WiFi yang stabil, colokan listrik yang mudah dijangkau dari meja, serta pencahayaan yang cukup, terutama jika kamu datang untuk mengerjakan tugas atau membuat konten.

Selain itu, pertimbangkan juga soal bujet. Tidak semua kafe 24 jam memiliki harga yang sama—beberapa menawarkan menu dengan harga ramah di kantong mahasiswa, sementara yang lain menghadirkan suasana lebih premium dengan harga yang sedikit lebih tinggi. Suasana kafe juga penting untuk disesuaikan dengan tujuan kunjunganmu. Jika kamu ingin fokus bekerja atau belajar, carilah tempat yang tidak terlalu ramai. Sebaliknya, untuk nongkrong santai bersama teman, suasana yang lebih hidup justru bisa menambah keseruan.

Jangan lupakan faktor keamanan dan transportasi, terutama jika kamu berencana pulang larut malam. Pastikan lokasi kafe mudah diakses dan aman. Terakhir, bagi kamu yang datang untuk membuat konten atau sekadar berfoto, pilihlah kafe dengan dekorasi dan pencahayaan yang mendukung agar hasil fotomu tetap estetik meski diambil tengah malam.

1. Seken Espresso Service

Di kawasan Jl. Prof. Herman Yohanes, Terban, ada satu tempat yang sering jadi pelarian favorit para mahasiswa dan pekerja malam: Seken Espresso Service. Begitu masuk, aroma kopi khas espresso langsung menyapa, seolah mengundangmu untuk duduk lebih lama. Suasananya tenang tapi tetap hidup, dengan interior minimalis modern yang nyaman buat nugas atau sekadar melepas lelah. Banyak yang bilang, secangkir kopi di Seken bisa jadi teman terbaik saat ide-ide baru datang di tengah malam Jogja yang sunyi.

2. Lestari Coffee Corner

Sedikit bergeser ke arah Jl. Nangka, Krodan, Maguwoharjo, Sleman, kamu akan menemukan Lestari Coffee Corner—tempat ngopi yang menghadirkan suasana hangat dan homey. Kafe ini cocok buat kamu yang butuh tempat tenang untuk belajar, kerja, atau sekadar melarikan diri dari keramaian kota. Dengan pencahayaan yang lembut, WiFi stabil, dan harga menu yang ramah di kantong, Lestari jadi pilihan favorit mahasiswa yang ingin “ngopi lama tanpa drama.”

3. Copenhagen (apakah betul ada di jalan tirtodipuran) 

Kalau kamu ingin suasana yang lebih modern dan berkelas, melipir saja ke Jalan Tirtodipuran, Mantrijeron, tempat di mana Copenhagen berdiri dengan gaya khas Skandinavia-nya. Interiornya bersih, didominasi warna netral dan kayu muda, menciptakan atmosfer yang sederhana tapi elegan. Selain kopi dengan racikan khas, pastry di sini juga jadi primadona—sempurna untuk menemani waktu produktifmu di malam hari. Copenhagen cocok buat kamu yang mencari inspirasi di tengah ketenangan malam Jogja.

4. C28 Social Space

Bagi yang lebih suka suasana ramai dan penuh energi, C28 Social Space wajib kamu kunjungi. Kafe ini punya dua lokasi strategis—di Jl. Urip Sumoharjo dan Jl. Malioboro—keduanya sama-sama menawarkan konsep industrial yang modern dan dinamis. Di cabang Urip Sumoharjo, suasananya lebih cocok untuk nugas dan nongkrong santai, sementara di Malioboro, C28 sering jadi tempat persinggahan wisatawan yang ingin rehat sejenak dari keramaian jalan utama. Dengan desain yang kekinian dan pencahayaan estetik, kafe ini juga populer di kalangan pembuat konten dan fotografer malam.

5. Sender Coffee

Nama Sender Coffee mungkin sudah tak asing bagi pencinta kopi Jogja, karena jaringan kafe ini punya beberapa cabang di berbagai penjuru kota—mulai dari Demangan, Godean, Kaliurang, hingga Imogiri Timur. Setiap cabangnya punya karakter berbeda, tapi semuanya punya satu kesamaan, yaitu suasana yang nyaman dan fleksibel. Banyak mahasiswa dan freelancer yang menjadikan Sender sebagai “markas malam” untuk nugas, brainstorming, atau sekadar berbagi cerita sambil menyeruput kopi susu andalan mereka. Dengan kursi empuk, banyak colokan, dan WiFi cepat, Sender benar-benar tahu cara menemani malam produktifmu.

Salah satu pengunjung kafe 24 jam, Chalva, mengaku sering menghabiskan malam di Sender Coffee untuk menyelesaikan tugas kuliah maupun proyek freelance-nya.

“Awalnya cuma cari tempat buat nugas karena di kos sering ngantuk,tapi ternyata enak banget, suasananya tenang tapi tetap hidup. Kadang ide justru muncul pas malam-malam di kafe,” katanya. 

Menurut Chalva, keberadaan kafe 24 jam membuat banyak mahasiswa dan pekerja kreatif merasa lebih bebas menentukan waktu produktifnya.

Di tengah denyut malam yang pelan namun tak pernah benar-benar padam, kafe-kafe 24 jam di Jogja menjadi saksi banyak cerita—dari mahasiswa yang mengejar deadline, freelancer yang berburu inspirasi, hingga wisatawan yang mencari tempat singgah di antara perjalanan. Setiap sudutnya punya kisah, setiap cangkir kopi menyimpan percakapan dan ide-ide yang lahir di waktu yang tak biasa.

Penulis: Rr. Asqia Azura Putri

Editor : Ajeng Putri Anggraini C. P. dan Febriana Sintasari


Share Berita ini ke Sosial Media Lainnya!