YOGYAKARTA Selasa (20/10/2026) Gelombang mahasiswa dari berbagai kampus memadati kawasan Gedung DPRD DIY di Jalan Malioboro, untuk menyuarakan kritik pada dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Aksi yang bermula siang hari itu berakhir tegang menjelang sore.


Mahasiswa dari sejumlah kampus dan organisasi ikut turun secara bergelombang sejak pukul 12.00 WIB. Peserta berasal dari UII, UGM, UMY, HMI Cabang Yogyakarta, Front Mahasiswa Nasional, dan Forum BEM DIY, menurut JPNN. UII menjadi salah satu kelompok terbesar. massa UII membawa tujuh tuntutan. Isinya mencakup evaluasi penanganan kebakaran hutan dan lahan serta pemulihan warga terdampak, moratorium dan evaluasi program MBG dan Koperasi Desa Merah Putih, perbaikan pola komunikasi presiden, perampingan kabinet, transparansi pengelolaan BBM bersubsidi, penghentian pelibatan militer di ranah sipil, dan penyelesaian peradilan untuk 13 pelanggaran HAM berat masa lalu.


Ketua DPRD DIY Nuryadi menemui massa di halaman gedung. Ia menyatakan aspirasi mahasiswa akan ditindaklanjuti. Situasi memanas sekitar pukul 16.15 WIB. Sebagian massa di sisi selatan, yang sebagian besar berpakaian hitam dan tanpa atribut organisasi, berusaha membuka paksa pintu gedung dewan. Aparat kepolisian yang berjaga menghalau mereka. Bernas.id juga melaporkan adanya aksi vandalisme di gedung tersebut. Saat itu mahasiswa UII dan HMI disebut sudah meninggalkan lokasi. Hingga pukul 17.30 WIB, massa masih bertahan di halaman DPRD DIY.