Sanur,Bali– Kementrian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) bersama Asosiasi Game Indonesia (AGI) resmi membuka Indonesia Game Developer Exchange (IGDX) Business & Conference 2026 di Bali Beach Convention, Sanur, Rabu (21/10/2026). Tahun ini, IGDX digelar sebagai bagian dari Bali Tech Week (BTW) 2026.

Mengusung tema “Building A Thriving Ecosystem with Creative Resilience”, forum ini mempertemukan pengembang gim Indonesia dengan publisher dan investor dari 31 negara. Tujuannya membangun kemitraan, menarik investasi, dan membuka jalan ke pasar global.


244 Studio dan 66 Publisher Hadir

IGDX 2026 diikuti 244 studio gim dan 66 publisher dari 31 negara, dengan dukungan 9 mitra acara. Sebanyak 543 pemegang Business Pass memanfaatkan sesi pertemuan bisnis untuk menjajaki kerja sama, sementara 1.037 pemegang Public Pass ikut menyaksikan perkembangan industri gim nasional.

Tema resiliensi kreatif dipilih karena industri gim kini bergerak di tengah lanskap teknologi yang cepat berubah. Kecerdasan buatan, teknologi imersif, dan pergeseran ekspektasi pasar membuka peluang besar, tetapi menuntut pelaku industri terus beradaptasi.


Resiliensi Bukan Sekedar Bertahan

Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kemkomdigi, Edwin Hidayat Abdullah, menegaskan bahwa resiliensi tidak berhenti pada kemampuan bertahan.“Dalam menghadapi disrupsi ini, resiliensi adalah kapasitas untuk berinovasi, bertransformasi, dan tumbuh di tengah ketidakpastian. Kita ingin pelaku industri gim Indonesia tidak hanya menjadi penonton dalam perubahan global, tetapi juga pencipta, inovator, dan pemain yang diperhitungkan di panggung dunia,” ujarnya.

Kemkomdigi berharap pertemuan di Bali tidak berhenti sebagai percakapan. Pemerintah ingin IGDX 2026 melahirkan kemitraan bisnis nyata dalam penerbitan, investasi, distribusi, dan pengembangan gim bersama, serta mendorong lebih banyak studio lokal menghasilkan produk berkualitas dan kekayaan intelektual beridentitas Indonesia.


Ekosistem Dibangun dari Hulu ke Hilir

Sejak pertama digelar pada 2019, IGDX berkembang menjadi salah satu wadah utama pengembangan industri gim nasional. Lewat program Bootcamp, Accelerator, Career, Business, dan Conference, talenta muda diasah kompetensinya, dipersiapkan kariernya, lalu dipertemukan langsung dengan investor, publisher, distributor, dan mitra industri.

Di sisi regulasi, pemerintah menyebut sejumlah inisiatif pendukung untuk menciptakan ekosistem yang terpercaya:

Indonesia Game Rating System (IGRS), untuk memastikan gim menjangkau audiens yang tepat, sejalan dengan PP Nomor 17 Tahun 2025 tentang pelindungan anak dalam penyelenggaraan sistem elektronik (PP Tunas).

Digital Addiction Response Assistance (DARA), untuk mendorong kebiasaan bermain gim yang sehat dan seimbang.

Garuda Spark Innovation Hub, sebagai ruang temu pemerintah, industri, akademisi, startup, dan komunitas.


Potensi Ekonomi Digital

Penguatan ekosistem gim ini sejalan dengan arah pengembangan ekonomi digital nasional. Laporan e-Conomy SEA 2025 memperkirakan nilai transaksi bruto (GMV) ekonomi digital Indonesia mencapai US$99 miliar pada 2025, tumbuh 14 persen dari tahun sebelumnya. Melalui Garuda Spark, 178 program telah menjangkau lebih dari 15.700 talenta digital dan membina 80 startup, dengan investasi langsung tercatat lebih dari Rp429,5 miliar. Kemkomdigi menyebut ekosistem ini kini terbuka bagi studio gim lokal untuk mengembangkan produk, memperoleh pendanaan, dan menjangkau pasar lebih luas.

BTW 2026 berlangsung pada 19–23 Oktober 2026 di Bali Beach Convention Center, Sanur, dengan 13 acara teknologi.