Yogyakarta, Jumat (2/10/2026) – Para pelari menyambut baik kebijakan Universitas Gadjah Mada (UGM) yang mengarahkan aktivitas olahraga ke Wisdom Park. Mereka merasa lebih nyaman dan aman, meski masih menemukan sejumlah kekurangan, mulai dari trek berlubang hingga minimnya water station.

Flavia (18), salah satu pelari di Wisdom Park, mengaku sudah mengetahui perubahan itu sejak pertengahan September. “Rutenya enak, luas, dan pemandangannya bagus, jadi nyaman,” katanya. Dibanding rute sebelumnya, ia menilai suasananya lebih aman dan lebih ramai. Ia juga menyebut fasilitas dan udara yang sejuk sebagai kelebihan.

Nasrul (19), pelari lainnya, merasa nyaman berlari di sana karena sejuk dan sudah ada trek khusus. Menurutnya, berlari di Wisdom Park lebih aman dibanding joging di jalan umum yang berisiko kecelakaan.

Meski begitu, para pelari menyoroti sejumlah kekurangan. Flavia menyebut water station masih kurang dan berharap ada tambahan area atau stasiun gym. Nasrul menyoroti kondisi trek. “Treknya perlu diperbaiki karena banyak yang berlubang,” ujarnya.

Pantauan di lokasi pada Kamis (1/10/2026) menunjukkan sejumlah bagian trek memang berlubang, terutama di Trek Jogging Zona 1 yang berada di bagian utara, sekitar danau buatan. Beberapa titik di lintasan sepanjang sekitar 500 meter itu tampak retak dan ambles, sehingga berpotensi mengganggu kenyamanan pelari.

Kebijakan ini mengacu pada Keputusan Rektor UGM Nomor 977/UN1.P5/KPT/HUKOR/2026 tentang Pengawasan dan Penertiban Aktivitas Olahraga di Lingkungan Universitas Gadjah Mada yang ditetapkan pada 1 September 2026. Dengan aturan itu, “rute kucing” yang populer di kalangan pelari dan melintasi area GSP, Perpustakaan Pusat, Fakultas Peternakan, serta beberapa ruas jalan antarfakultas tidak lagi boleh dipakai untuk lari.

Wakil Rektor UGM Bidang Perencanaan, Aset, dan Sistem Informasi, Arief Setiawan Budi Nugroho, Ph.D., menyatakan Wisdom Park dinilai lebih sesuai karena tidak bercampur langsung dengan lalu lintas kendaraan bermotor, sehingga risiko kecelakaan dapat ditekan. Pernyataan itu disampaikan dalam keterangan tertulis pada 17 September 2026, sebagaimana dilansir situs resmi UGM.

Pembatasan ini bukan larangan total. Pada hari kerja, olahraga di luar taman masih diperbolehkan lewat trotoar dan jalur yang tersedia pada pukul 05.00–06.30 dan 18.00–22.00 WIB. Sementara pada Sabtu dan Minggu, masyarakat dan sivitas akademika dapat memanfaatkan GIK UGM, Wisdom Park, serta area lain yang diperbolehkan untuk kegiatan olahraga dan rekreasi sesuai ketentuan yang berlaku.