Banyumas – Pilkada Banyumas 2024 menarik perhatian, dimana hanya satu pasangan calon yang mendaftar. Hal ini menjadi perhatian publik, mengingat pilkada sebelumnya banyak melibatkan kandidat yang bersaing. Pasangan calon tersebut diusung oleh beberapa partai politik yang menunjukan adanya dukungan yang solid di tingkat lokal.
Situasi ini mempengaruhi proses debat yang biasanya menjadi bagian penting dalam pemilihan. Komisi pemilihan umum (KPU) Banyumas mengumumkan bahwa debat antar calon tidak akan dilaksanakan. Keputusan ini diambil karena tidak adanya lawan tanding yang tentunya mengubah dinamika kampanye dan pemilihan itu sendiri.
KPU Banyumas Divisi Teknis Penyelenggaraan, Sidiq Fathoni, menyatakan bahwa pada tahapan Pilkada kali ini memang tidak akan ada agenda debat Paslon. Hal tersebut dikarenakan tidak adanya kompetisi antar calon. Sebagai alternatif pengganti debat, KPU Banyumas berencana menggelar sosialisasi yang lebih intensif kepada masyarakat.
Pihak KPU Banyumas akan menggunakan berbagai platform, seperti televisi, radio, dan media sosial untuk menyebarkan informasi terkait visi dan misi pasangan calon. Tujuannya agar masyarakat tetap mendapatkan informasi yang cukup mengenai calon pemimpin mereka.
Banyak nya pengamat politik menilai bahwa kondisi calon tunggal ini mencerminkan kuatnya dukungan politik. Namun hal ini juga menunjukkan adanya tantangan demokrasi lokal di Banyumas, karena terbatasnya pilihan yang ada, tidak memungkinkan adanya keragaman program dan ide kebijakan yang ditawarkan kepada Masyarakat
Pengamat politik lokal, Arif Rahman, menilai minimnya calon di pilkada banyumas disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya unggulnya politik petahana dan lemahnya oposisi. “Satu pasangan calon menunjukkan alternatif tidak cukup kuat untuk menggalang dukungan, unggulnya politik pertahanan juga menjadi faktor utama yang menyebabkan minimnya persaingan” ujar Arif. Minimnya debat publik berarti terbatasnya forum diskusi warga sehingga mengurangi partisipasi kritis warga
Beberapa warga Banyumas mengungkapkan kekecewaannya karena merasa tidak diberi kesempatan lebih. “Mengapa pilkada diadakan padahal hanya ada satu calon? Kita seharusnya mempunyai pilihan untuk memilih calon yang ada atau menolaknya,” kata Rahmat, salah seorang warga setempat. Rahmat juga menegaskan, meski memahami alasan KPU meniadakan debat, ia tetap berharap ada ruang bagi masyarakat untuk berdialog langsung dengan para kandidat.
Dengan hanya satu pasangan calon, Pilkada Banyumas 2024 tetap akan berlangsung sesuai jadwal. Meskipun debat ditiadakan, dinamika politik lokal dan reaksi masyarakat menjadi sorotan penting dalam Pilkada kali ini. Bagaimana hasilnya nanti, akan sangat tergantung pada bagaimana masyarakat merespons dan berpartisipasi dalam pemilihan yang unik ini.
Penulis : Amanah Titisari
Editor : Kidung Wahyu S