Sean ‘Diddy’ Combs Terjerat Lebih Dari 100 Gugatan Baru Kekerasan Seksual
Lebih dari 100 orang akan menggugat musisi rap Sean ‘Diddy’ Combs atas penyerangan seksual, pemerkosaan, dan eksploitasi seksual.
beberapa orang yang diduga korban mencakup sejumlah anak di bawah umur. Bahkan ada yang mengaku dilecehkan saat berusia sembilan tahun. Berbicara dalam konferensi pers pada Selasa (01/10), Buzbee mengatakan bahwa dia dan timnya “tidak akan melewatkan satu hal pun demi menemukan pihak yang berpotensi bertanggung jawab” dalam dugaan pelecehan tersebut, atau “setiap individu atau entitas yang berpartisipasi atau mendapat manfaat dari perilaku mengerikan ini”.

APA SAJA GUGATAN TERBARU TERHADAP DIDDY?
Menurut Buzbee, yang memiliki izin praktik hukum di Texas dan New York, jumlah total terduga korban yang diwakilinya mencapai 120 orang. Sekitar 60 orang adalah laki-laki dan puluhan orang lainnya adalah perempuan yang berasal dari 25 negara bagian di AS.
Ia menambahkan bahwa 25 terduga korban yang diwakilinya adalah anak di bawah umur. Ini adalah pertama kalinya Sean ‘Diddy’ Combs dituduh melakukan pelecehan seksual terhadap anak-anak. Menurutnya, sebagian besar insiden terjadi setelah tahun 2015.
Sebagian besar penggugat, katanya, mengeklaim diperkosa setelah pesta yang diselenggarakan oleh Combs di tempat-tempat terkenal, serta rumah dan hotel. Dalam gugatan ke-12, seorang perempuan yang namanya disamarkan sebagai Jane Doe mengaku mengalami kekerasan fisik dan seksual secara berulang selama empat tahun sejak akhir 2020.Dalam gugatan hukumnya, menuduh Diddy membiusnya. Saat dia mengaku tak sadarkan diri, kemudian dia menuduh Diddy melakukan tindakan seksual tanpa persetujuannya. Hubungan seksual itu juga direkam oleh Diddy tanpa seizinnya. Dokumen hukum juga menyebut bahwa Diddy menekan perempuan itu untuk melakukan hubungan seks secara berkelompok dengan orang lain.
Menurut gugatan, perempuan itu memberi tahu Diddy mengenai kehamilannya. Seorang rekan Diddy lantas memaksanya untuk melakukan aborsi. Perempuan itu lantas mengalami keguguran. Diddy disebut menyinggung bahwa dia memantau lokasi dan percakapan telepon korban. Selain itu, Diddy melarangnya bekerja agar dia bisa membayar tunjangan sebagai gantinya.

PENGAKUAN KORBAN KORBAN LAINNYA.
Joi Dickerson-Neal, yang mengaku tergugah oleh keberanian Cassie, memutuskan ikut bersuara. Dia menuduh Diddy “dengan sengaja membius” dan memperkosanya saat dia masih menjadi mahasiswa Universitas Syracuse pada 1991. Dia juga menjadi korban pornografi balas dendam karena pemerkosaan itu direkam dan ditunjukkan kepada orang lain.
Liza Gardner menuduh Diddy dan penyanyi R&B Aaron Hall mencekokinya dengan minuman dan memaksa berhubungan seks di luar kehendaknya saat masih berusia 16 tahun. Gardner mengeklaim bahwa sehari setelah kejadian, Diddy mengunjungi rumahnya dan mencekiknya hingga pingsan. Pengacara Diddy menuding ini sebagai gugatan palsu.
Rodney “Lil Rod” Jones, seorang produser dan videografer yang mengerjakan album terbaru Diddy menuduh Diddy memaksanya membeli obat-obatan terlarang, menyewa pekerja seksm, dan merekam tindakan seksualnya. Dia juga menuduh bahwa Diddy dan aktor Cuba Gooding Jr telah meraba-raba dirinya tanpa persetujuannya.
Grace O’Marcaigh, yang bekerja di kapal pesiar yang disewa oleh keluarga Diddy pada tahun 2022, menuduh penyanyi rap tersebut dan putranya, Christian “King” Combs, melakukan pelecehan seksual. Dia menuduh mereka telah menciptakan “suasana pesta pora” yang melibatkan orang-orang yang diduga sebagai pekerja seks dan selebriti papan atas di kapal tersebut.
Kuasa hukum Diddy membantah klaim-klaim tersebut.