YOGYAKARTA – Suluh Sumurup Art Festival 2026 di Taman Budaya Yogyakarta (TBY) masih berlangsung. Pameran seni rupa yang menampilkan 193 karya dari 131 seniman disabilitas ini akan ditutup pada Jumat (2/10/2026).

Festival bertema “Maneges” tersebut dibuka pada Kamis (24/9/2016) sore oleh GKR Bendara bersama Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayaan) DIY, Dian Lakshmi Pratiwi. Para seniman yang terlibat berasal dari 14 provinsi. Tahun ini, penyelenggara juga menggandeng 13 komunitas, sanggar, sekolah, serta enam Taman Budaya dari berbagai daerah.

Festival yang kini memasuki tahun keempat ini disiapkan sebagai ruang bagi seniman disabilitas untuk berkarya, menyampaikan gagasan, dan berinteraksi langsung dengan masyarakat.

Karya Jadi yang Utama

Ketua Pameran sekaligus PIC Program TBY, Wahyu Prasetyo, mengatakan Suluh Sumurup sejak awal dirancang khusus untuk seniman disabilitas. Wahyu menegaskan bahwa panitia tidak menjadikan kondisi disabilitas sebagai daya tarik utama. Yang dikedepankan adalah kualitas karya. Dengan pendekatan itu, seniman disabilitas ditempatkan sebagai pelaku seni yang karyanya layak dinikmati dan diapresiasi, bukan sekadar pihak yang perlu diberi ruang.

Pandangan serupa disampaikan kurator Nano Warsono, yang menyebut tema Maneges sebagai momentum bagi seniman untuk lebih berani hadir dengan karya yang berkualitas. Maneges berangkat dari kata teges dalam bahasa Jawa yang berarti jelas. Tema ini dimaknai sebagai upaya menemukan kejelasan dan kesejatian diri, meneguhkan langkah, menjaga semangat, dan terus berkarya.

Dari Bergandengan hingga Menegaskan Keberadaan

Tema festival dari tahun ke tahun mencerminkan perkembangan gagasannya. Edisi pertama bertajuk Gegandengan, disusul Jumangkah, Jejer, dan kini Maneges. Rangkaian itu menggambarkan perjalanan dari bergandengan, melangkah bersama, berdiri sejajar, hingga menegaskan keberadaan melalui karya.

Jangkauan peserta pun meluas. Wahyu mengungkapkan, pada awal penyelenggaraan TBY masih mencari sendiri seniman disabilitas di wilayah Jogja. Tahun ini, festival berjalan bersamaan dengan Temu Karya Taman Budaya se-Indonesia XXV 2026 yang dijadwalkan mempertemukan 17 Taman Budaya di Yogyakarta. Sejumlah Taman Budaya ikut membantu menjaring karya seniman disabilitas di daerah masing-masing untuk dipresentasikan di Yogyakarta.

Rangkaian Acara dan Jam Kunjung

Selain pameran seni rupa, festival diisi sejumlah program pendamping, yakni pertunjukan musik dan band, workshop, gallery tour, serta artist talk. Pojok Kreatif yang menyajikan produk kreatif, kerajinan, cendera mata, dan kuliner juga digelar pada 27 September hingga 2 Oktober 2026. pameran dibuka setiap hari pukul 10.00 hingga 22.00 WIB. Lokasinya berada di TBY, Jalan Sriwedani Nomor 1, Yogyakarta.